Perbedaan Storable Product Vs Consumable Product di odoo
Perbedaan antara Storable Product dan Consumable Product di odoo
11 October, 2022 by
Administrator
| No comments yet

Apa yang dimaksud dengan Storable Product dan Consumable Product pada odoo ? dan kapan konfigurasi tersebut harus dipakai ?
Untuk Storable dan consumable product sama-sama terdapat dokumen receipt yang terbentuk secara otomatis ketika melakukan konfirmasi PO atau dokumen Delivery Order ketika melakukan konfirmasi Sales Order.


Consumable Product

  • Consumable product tidak akan dihitung dalam full inventory count
  • Tidak akan membentuk Inventory Valuation
  • Nilai persediaannya tidak dapat dilihat di laporan Balance Sheet
  • Odoo tidak akan mengenerate draft Purchase Order (RFQ) untuk replenishment (Purchase Order atau Manufacuring Order) in case Make to Order
  • Cost untuk produk ini selalu nol
  • Akun expense pada Product Category (atau product) digunakan ketika membuat Vendor Bills
  • Consumable product akan membentuk receipt ketika PO confirmed dan membentuk Delivery Order ketika SO confirmed
  • Status Delivery Order otomatis ready sehingga siap di validate karna pada consumable product tidak ada reservasi berdasarkan quantity

Storable Product

  • Storable product tidak akan dihitung dalam full inventory count
  • Akan membentuk Inventory Valuation
  • Nilai persediaannya  dapat dilihat di laporan Balance Sheet
  • Odoo akan mengenerate draft Purchase Order (RFQ) untuk replenishment (Purchase Order atau Manufacuring Order) in case Make to Order
  • Cost dari Storable product dapat di maintain sendiri menggunakan standard atau berdasarkan Purchase Order (FIFO, Average)
  • Akun expense pada Product Category (atau product) digunakan ketika membuat Vendor Bills
  • Consumable product akan membentuk receipt ketika PO confirmed dan membentuk Delivery Order ketika SO confirmed
  • Status Delivery order akan mengecek berdasarkan quantity yang tersedia, jika item yang di order tersedia maka odoo otomatis melakukan reservasi terhadap item tersebut sehingga status Delivery Order menjadi ready, tapi jika item tidak tersedia status Delivery Order menjadi Waiting.

Dari perbedaan di atas dapat disimpulkan penggunaan Storable Product dan Consumable Product adalah tergantung dari kebutuhan perusahaan. Contoh pertama : Alat kebersihan, Alat Tulis Kantor yang anda tidak ingin manage secara quantity tapi anda memerlukan kontrol penerimaan barang di gudang berarti anda bisa menggunakan consumable product.
Contoh kedua misalnya barang dagang yang anda akan manage secara quantity dan persediaan berarti anda dapat menggunakan storable product.
Administrator 11 October, 2022
Share this post
Tags
Archive
Sign in to leave a comment